Ringkasan Situasi Karhutla di Kalimantan (Agustus 2026)
Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan mengalami eskalasi yang signifikan pada bulan Agustus 2026, didorong oleh cuaca panas ekstrem, kekeringan akibat El Nino, serta faktor kelalaian manusia dalam membuka lahan. Berikut rincian dampaknya di berbagai provinsi:
🍁Kalimantan Timur (Kaltim): Hingga 11 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 218 kejadian kebakaran yang telah menghanguskan 1.287,9 hektare hutan dan lahan. Sebanyak 71 kasus di antaranya terjadi hanya pada 10 hari pertama bulan Agustus, memaksa pemerintah memantau ketat wilayah rawan seperti Kutai Barat, Kutai Timur, dan Paser.
🍁Kalimantan Tengah (Kalteng): Terdeteksi 645 titik panas (hotspot) di provinsi ini hingga 11 Agustus. Tingginya angka kebakaran membuat Kabupaten Kotawaringin Barat memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Karhutla hingga 4 September 2026, menyusul meluasnya lahan terbakar hingga mencapai 859 hektare.
🍁Kalimantan Selatan (Kalsel): Wilayah Kalsel terdampak cukup parah dengan luas lahan dan hutan terbakar mencapai 3.387 hingga 3.500 hektare yang tersebar di 1.051 kejadian. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan bahkan dilaporkan turun langsung membantu pemadaman di kawasan Liang Anggang, Kota Banjarbaru pada 18 Agustus 2026.
🍁Kalimantan Barat (Kalbar): Kebakaran di Taman Nasional Gunung Palung, Ketapang, telah melalap sedikitnya 26,5 hektare lahan reforestasi sejak 3 Agustus 2026, memusnahkan sekitar 60.000 bibit pohon yang ditanam. Kabut asap tebal akibat meluasnya kobaran api juga dilaporkan menyelimuti sejumlah permukiman, termasuk di pinggiran ibu kota Pontianak.
Upaya penanganan terus digencarkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, serta dukungan pihak swasta dengan memaksimalkan patroli, pemadaman darat, hingga pembasahan lahan gambut.
#Pena_Bergerak