▶️ SETUJU ATAU TIDAK? RASULULLAH ﷺ SUDAH MENGABARKANNYA 1400 TAHUN LALU TANPA MENYEBUT KATA "MEDIA SOSIAL"
📡 Simak poster selengkapnya: https://www.instagram.com/p/Dbzo0ejknCp/
Media sosial hanyalah alat. Ia bisa menjadi sarana menyebarkan ilmu dan kebaikan, tetapi juga dapat menjadi sebab tersebarnya fitnah, kedustaan, dan penyakit hati jika digunakan tanpa ilmu dan kehati-hatian.
Rasulullah ﷺ memang tidak menyebut istilah "media sosial". Namun, beliau telah mengabarkan berbagai fitnah yang sangat relevan dengan kondisi yang kita saksikan saat ini, seperti mudahnya menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.” (HR Muslim: 5).
Allah ﷻ juga memerintahkan kaum muslimin untuk selalu bertabayyun sebelum menerima atau menyebarkan sebuah berita:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS Al-Ḥujurāt [49]: 6).
Karena itu, jangan sampai media sosial membuat kita mudah percaya pada berita yang belum jelas, gemar membagikan informasi tanpa verifikasi, atau sibuk melihat kehidupan orang lain hingga melahirkan hasad dan melalaikan kita dari mengingat Allah.
Semoga Allah ﷻ menjaga lisan, jari-jari, dan hati kita, sehingga media sosial menjadi sarana meraih pahala, bukan sebab datangnya dosa dan penyesalan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. __
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah #khalidzeedbasalamah